Kholifah Bumi Zamannya adalah Guru Mursyid Thoriqoh yang suci lagi mulia. Mereka itu sebagai pembimbing amal ibadah —baik amalan lahir maupun amalan batin, juga sekaligus sebagai orang Tua asuh sejati, Bapak Ruhaniyah dan―Bidan‖ yang membidani ―kelahiran kedua‖ bagi murid-murid dan anak asuhnya. Sebagai penerus dari para pendahulunya, seorang Guru Mursyid Thoriqoh haruslah diangkat oleh pewarisnya yang sah. Baik secara lahir sebagai pilihan pribadi suci maupun secara batin di dalam pelaksanaan kinerja rahasia urusan Ilahi Robbi. Bukan diangkat secara aklamasi dari hasil rekayasa manusia melalui sistem kompetisi yang diadakan oleh sekelompok golongan secara organisasi uku di tangan anda ini adalah buku terakhir dari rangkaian empat jilid buku yang berjudul „Mencari Jati Diri‟. Keempat buku tersebut masing berjudul Tawassul, Ilmu Laduni, Lailatul Qadr di Luar Ramadhan dan Kholifah Bumi ini, merupakan atsar (tapak tilas dan pengalaman pribadi) dari perjalanan mujahadah dan riyadhah penulis yang dapat terrasionalisasikan sebagai bidang ekspresi ―tasawuf ‗amali‖. Buku tersebut bukan sekedar buku yang hanya berisi teori-teori keilmuan (ilmu tarekat) belaka, namun juga menguraikan metode praktis dan tata cara beribadah yang merangkum syarat-syarat dengan muatan vitur-vitur dan bahkan password tertentu yang dapat dipergunakan oleh ahlinya untuk membuka dan mengaplikasikan sistem (tata kosmos) kehidupan alam yang dirahasiakan, baik alam mikro yaitu ruhaniah manusia maupun juga alam makro yaitu alam semesta. Paket buku-buku tersebut merupakan buku ilmiah metodik yang dijadikan dasar terapi dari segala aktifitas dan kegiatan penulis di pondok pesantren yang diasuhnya. Berupa sistem terapi yang sudah diterapkan sepanjang berdirinya pesantren tersebut, baik untuk terapi jasmani, ekonomi maupun ruhani bagi orang-orang yang datang di pesantren tersebut. MENCARI JATI DIRI - Jilid 4 9 Buku-buku tersebut sangat menarik untuk dibaca dan dinikmati oleh semua kalangan yang ingin menambah kualitas Islamiahnya; karena banyak berkaitan dengan ilmu rasa. Tidak sekedar untuk dipelajari isinya saja, tapi juga digali maknanya untuk diselami lebih mendalam. Buku ini sangat asyik untuk dinikmati mengingat kemampuan penulis dalam kesederhanaan bahasa dan tamsil yang ada. Bahasa ―rasa‖ yang rahasia telah berhasil diterjemahkan penulis ke dalam bahasa ―rasional ilmiah‖ yang awam dan sederhana. Hal inilah yang kerapkali membuat pembacanya ingin menindaklanjuti setiap pemahaman yang sudah didapatkan pasca baca untuk dipergunakan menggosok ―mutiara hati‖ yang baru ditemukan itu dengan amal perbuatan; meskipun terkadang mereka juga tidak tahu dengan apa harus diperbuat untuk memulainya. Bahkan paket buku-buku tersebut kerapkali juga mampu menemukan kembali jati diri pembaca yang suatu saat tanpa tahu penyebabnya hilang entah ke mana. Oleh sebab itu, setelah membaca buku ini, seringkali pembacanya langsung ingin bertemu dan berdialog dengan penulisnya. Inilah menariknya buku-buku itu. Metode penulisan yang khas dan sudah jarang ditemukan dalam buku-buku sejenis yang hadir akhir-akhir ini. Karena buku-buku tersebut bukan ditulis berdasarkan kekayaan literatur seseorang saja, tapi berangkat dari pengalaman pribadi dalam mengabdi 10 KHOLIFAH BUMI - Guru Mursyid sebagai Bapak Ruhani yang telah mampu disimpulkan dalam sebuah literatur pribadi. Penerbit yakin, buku-buku tersebut lambat laun akan menjadi rujukan para pemerhatinya, baik untuk meningkatkan keilmuan maupun pengalaman pribadi, baik secara formal maupun non formal, terlebih yang berkaitan dengan ilmu tasawuf yang berbasis ‗amali. Ternyata di dalam ilmu tersebut, banyak terdapat mutiara yang sejatinya selama ini sudah banyak dicari orang, yaitu jawaban-jawaban dari pertanyaan hidup yang kerapkali muncul sendiri dari celah-celah romantika hidup yang memaksa manusia untuk menyelaminya, bahkan tidak mampu dihindari. Dengan membaca buku-buku tersebut diharapkan para pembacanya menemukan apa-apa yang hilang dan sudah lama dicari itu, yang terkadang sudah ditanyakan kepada orang lain ke sana ke mari tapi belum juga menemukan jawabannya yang pasti. Dengan metode-metode sistematis yang ditawarkan dalam buku-buku tersebut, ketika sudah ditindaklanjuti pembacanya dengan amal konkrit, yaitu dengan zikir dan fikir, mujahadah dan riyadloh di jalan Allah, diharapkan jawaban yang dicari itu dapat ditemukan di dalam potensi diri manusia itu sendiri. Dengan membaca buku-buku tersebut supaya para pembacanya dapat menemukan jati dirinya sendiri. MENCARI JATI DIRI - Jilid 4 11 Oleh karena itu, anda jangan membaca buku yang kedua sebelum menyelesaikan buku yang pertama, demikian selanjutnya. Karena hanya dengan dasar pemahaman dari buku yang pertama itu para pembacanya akan mampu memahami buku yang berikutnya. Hal itu disebabkan, karena hakekat ilmu tasawuf itu luasnya bagaikan lautan tak bertepi, semakin orang mendalaminya, malah terkadang menjadikan mereka semakin bingung. Sehingga oleh karenanya, cara memahaminyapun juga harus dengan cara yang berlapis-lapis. Itulah bagian dari keunikan buku ini. Kalau anda tidak percaya buktikan sendiri!!!